 | Akhirnya keluar laporannya.. Wow amazing ya.. |
| sy tidak pernah tau di ambarawa ada seperti ini. luar biasa!!! minggu depan mau ajak model foto ke sini. thanks banget atas sharingnya. |
 | Bung Yoananta, terima kasih buat reportasenya.... Saya selalu terkesan dengan berita-berita dan foto2 cagar budaya/arsitektur warisan yang sampeyan angkat.... |
 | Waduh peninggalan yang amat bersejarah ini kok terkesan dibiarkan begitu saja ya. menunggu hingga benar2 hancur atau bagaimana ya? baru setelah itu kita ribut2...biasanya kan begitu...
Lalu mengapa digunakan untuk lembaga pemasayarakatan dan instalansi tahanan militer? Sepertinya malah bakalan lebih gak keurus kalau begitu... |
 | hiks..hiks...keren , Mas:) |
 | does the cemetery still exist? |
| Ini genteng kok sudah ditumpuk rapi begini, wah wah. Antara struktur yang diluar dengan bangunan utama dihubungkan dengan apa mas ? |
 | youfy wrote on Oct 20, '09 |
 | Keren banget! Ternyata Ambarawa pun tak kalah cantik yah.... Love all the picture, anyway... :) |
 | Dimana sih persisnya? Ambarawa di jalan apanya? Aku yg kelewat bacanya atau memang tidak tertulis? |
 | Baru pulang dari singapura.. kalo kita lihat bagaimana mereka merawat bangunannya kita patut iri hati. Namun sebenarnya kalau saja kita mau merawat bangunan bersejarah kita... mungkin kita punya harta karun wisata sejarah di Indonesia mas....
Foto "The Bastion and Mountainous Landscape of Ambarawa",... aku pikir itu bisa jadi tempat foto prewedding yang aduhai hehehehe.... foto yang paling bagus itu mas... two thumbs up |
 | Masuknya bebas atau harus izin? atau harus kucing2an? hehe |
 | eko27 wrote on Nov 10, '09 bangunan ini kok rasanya terpisah dari bangunan utama, fungsinya untuk apa ya ? |
 | eko27 wrote on Nov 10, '09, edited on Nov 10, '09 secara keseluruhan posting ini sangat bagus, meski saya tak mahir berbahsa inggris, tp melihat foto-2 nya sdh bisa menggugah, minimal timbul rasa eman-eman kok bisa begitu. salam kenal mas, mungkin kebetulan kita memiliki kesenangan yg sama, yaitu tentang haritage, kalau mas berkenan bisa kunjungi blog saya mas di www.jelajahgraffiti.blogspot.com atau di www.ekomagelang.blogspot.com, terima kasih. |
 | mas yoan,...kenapa ya bangunan ini walau peninggalan penjajah gak di lindungi, atau dipertahankan atau dikembalikan seperti semua? sayang bgt,... |
 | wweits ada model nya juga hihihi, duh mas!!! ngiri,..kalau saja aku ada kesempatan kesana, puas puasin motret dah, bawain model, atau prewedding skalian hahaha,.. |
 | kok ada mobil di terracenya? |
 | seandainya dirawat,.....pasti indah sekali huaaaaa,...pengen nangis liatnyaa |
 | komunitas cagar budaya ungaran indra itu apa?apakah utk umum?jika iya, bagaimana caranya utk bergabung?tanx before... |
 | bangunan yang dipenuhi ilalang...unik,hehe |
 | foto2 ini semua di edit lg ato di-retouch?soale keren banget... |
 | komunitas cagar budaya ungaran indra itu apa?apakah utk umum?jika iya, bagaimana caranya utk bergabung?tanx before...  Namanya Paguyuban Peduli Cagar Budaya (P2CB) Ratu Shima, berlokasi di Ungaran mbak. Selama ini mereka belum punya milis (komunitas regional), namun sering melakukan aktifitas penyelamatan heritage. blog P2CB: http://p2cbnratushima.multiply.com/ |
 | indomuse wrote on Dec 22, '09, edited on Dec 22, '09 This and the other article about Fort Willem I are very, very interesting topics and the photographs are also excellent! It's also linked from the http://www.salatiga.nl site |
 | No thanks, you've done a very good job. A friend of mine also likes your pages about history. http://blog.londoh.com/In the next days; I will put some pages about schools in Salatiga in the old days. Next year I will go back again tot Salatelu for 1 month to make more pictures about historical buildings, most dutch.. I've also submitted some old pictures for the book of Eddy Supangkat, known for his "Salatiga Sketsa Kota lama". There is a book about Salatiga zaman dahulu forthcoming, in 2010 Slamet Natal lan taun baru for you and your visitors too! Maseddi |
| Thanks for the info about link of this journal in salatiga.nl. It is nice web that describes both of past and present about Salatiga. Salatiga would be my next journey, the city and old military camp are waiting :) Unfortunately, Fort Hersteller has been demolished... :(  Musti buru2 ke Salatiga mas. Di Kompas hari ini ada berita ex markas Kodim mau dijadikan mal. |
 | Musti buru2 ke Salatiga mas. Di Kompas hari ini ada berita ex markas Kodim mau dijadikan mal.  Saya rada dejavu membaca komentar walikota Salatiga di bawah ini pak Dipo... Apakah Pak Dipo merasakannya juga? Berikut petikan pernyataan Walikota Salatiga, ”Bangunan tua itu banyak kriterianya. Dari arsitektur dan perannya, gedung eks markas kodim itu tak menonjol”. Saya sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah di Salatiga terkait dengan bangunan yang dulunya Hotel Blommestein (eks-Kodim). Jelas2 bangunann itu layak dilindungi karena perannya dalam sejarah kota Salatiga dan sejarah arsitektur di Indonesia. =================================== Bangunan Cagar Budaya Akan Dijadikan Mal Kamis, 31 Desember 2009 | 04:00 WIB SALATIGA, KOMPAS - Bangunan cagar budaya, eks Markas Kodim 0714 Salatiga yang berusia hampir 100 tahun, akan diratakan tanah dan dijadikan pusat perbelanjaan. Padahal, bangunan tersebut masuk dalam daftar inventarisasi bangunan bersejarah oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Salatiga. ”Itu (gedung eks markas kodim) bisa dibongkar karena baru masuk daftar (inventarisasi). Belum dikuatkan secara hukum sebagai benda cagar budaya,” kata Wali Kota Salatiga John Manoppo seusai rapat koordinasi membahas rencana pembongkaran gedung itu, Rabu (30/12). Gedung itu kosong sejak markas Kodim 0714 pindah beberapa bulan lalu. Menurut Manoppo, dalam permohonan pemilik, lokasi itu akan dijadikan pertokoan atau pusat perbelanjaan. Manoppo menyatakan, bangunan itu merupakan milik warga Semarang, bukan aset militer. Pemilik bangunan juga sudah menawar untuk membeli Rutan Salatiga yang berada di sebelah gedung eks markas kodim. Rutan itu juga termasuk dalam daftar inventarisasi benda bersejarah Salatiga. Menurut Manoppo, dalam memutuskan izin pembongkaran, pemkot tak perlu berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng karena hal itu sudah diatur dalam peraturan daerah mengenai izin mendirikan bangunan. Kewenangan itu meliputi izin membangun, membongkar, mengubah, dan memanfaatkan. ”Bangunan tua itu banyak kriterianya. Dari arsitektur dan perannya, gedung eks markas kodim itu tak menonjol,” katanya. Eddy Supangkat, pemerhati sejarah sekaligus penulis buku Salatiga: Sketsa Kota Lama mengatakan, membongkar bangunan itu sama artinya dengan tidak menghargai sejarah. Menurut dia, bangunan eks markas kodim dulu adalah Hotel Blommestein yang usianya lebih tua dibandingkan dengan gedung gemeente atau Kotapraja Salatiga tahun 1917. Eddy memiliki foto hotel yang diabadikan tahun 1911. Blommestein merupakan hotel sederhana dan boleh dimasuki oleh orang yang bukan kulit putih juga. (GAL) http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/12/31/04002997/bangunan.cagar.budaya.akan.dijadikan.mal |
| dipodipo wrote on Dec 31, '09, edited on Dec 31, '09 Alasan2 yang dikatakan pak Manoppo walikota Salatiga menjelaskan mengapa gedung itu DAPAT di bongkar tanpa melanggar hukum. Meskipun banyak hal & keuntungan lain yang mendukung pelestarian gedung ex Kodim tersebut, beliau tidak menyingung sama sekali. Saya rasa maksudnya sudah jelas. Saya sepertinya sudah pernah mendengar kata2 seperti ini.
Mungkin kita mulai kampanye virtual mas ?
=============================== "Saya rada dejavu membaca komentar walikota Salatiga di bawah ini pak Dipo... Apakah Pak Dipo merasakannya juga?
Berikut petikan pernyataan Walikota Salatiga, ”Bangunan tua itu banyak kriterianya. Dari arsitektur dan perannya, gedung eks markas kodim itu tak menonjol”.
Saya sangat menyayangkan sikap pemerintah daerah di Salatiga terkait dengan bangunan yang dulunya Hotel Blommestein (eks-Kodim). Jelas2 bangunann itu layak dilindungi karena perannya dalam sejarah kota Salatiga dan sejarah arsitektur di Indonesia."
|
 | indomuse wrote on Jan 8, '10, edited on Jan 8, '10 Hallo Mas, Slamet tahun baru; it's stil possible yes. "Do you know the sites or area of old houses that built in both 19th and early 20th century in Salatiga?" I hope to get the names of the historical buildings they've put on the list as being benda cakar budaya (BCB) Everybody does agree that the "day of birth" (hari jadi) of salatiga is 24 juni 750 (plumpungan prasasti). But does everybody know that the origin of the town of salatiga - as salatiga is now - is that benteng the Hersteller named after GG Van Imhoff? Shhhttt :-) built in 1749. Here now stands The Tamansari Shopping Center (Jl Jend. Sudirman) Here is a drawing of that benteng http://www.salatiga.nl/tempo-doeloe/salatiga_fort_de_hersteller.htm |
 | wewewewwww... keren kali kak, bentengnya...
ingin segera berkunjung ke sana... hihihi
kalo mau berkunjung ke sana, minta ijin ke pihak mana ya,? beneran musti minta ijin ke Departemen Hukum dan HAM, kak? |
 | ini hiasan jangkar di dinding, ya? maknanya apa kak? |
 | ooooo... (cm bisa oooo aja, hihi :)
okeh point pertama, bisa dimasukin k laporan kami, hehe, mksh.. |
 | ”Het Indisch budget van oorlog” digitale bibliotheek voor de Nederlandse letteren Stichting dbnl Leiden
ini buku tentang apa ya? arsitektur belanda, kah?
hmmmm cari di internet ga ada.... nge-ling jg cuma ke blognya kakak aja....u_u. |
 | oOo, baik kak, terima kasih... |
 | Kalo genteng buat bangunan benteng ini, aslinya di datangkan dari mana ya? dari asli sekitar atau hasil dari impor luar negeri ya, kak? |
 | Ini yang namanya rampart, itu bukan kak?
Kalau batu batanya ini, asli juga dari sekitar wilayah setempat aja atau gimana kak? trus sistem susun batu batanya pake semen biasa atau campuran khusus gitu ya? sampai sekarang masih kokoh soalnya...
Gaya bangunan arsitektur clasic,.... benar kah, kak? *sotoy saya, hehehe*
Masih bagus di foto ini, tapi sayang wktu kami ke sana musim hujan jadi becek dan banyak kubangan air...u_u...
|
 | Ini yang namanya rampart, itu bukan kak?
Kalau batu batanya ini, asli juga dari sekitar wilayah setempat aja atau gimana kak? trus sistem susun batu batanya pake semen biasa atau campuran khusus gitu ya? sampai sekarang masih kokoh soalnya...
Gaya bangunan arsitektur clasic,.... benar kah, kak? *sotoy saya, hehehe*
Masih bagus di foto ini, tapi sayang wktu kami ke sana musim hujan jadi becek dan banyak kubangan air...u_u...  Ini biasanya disebut dengan arcade, deretan pilar-pilar yang dihiasi serangkaian arc (lengkungan), biasanya ditemui di bangunan-bangunan gaya klasik atau neo-klasik.
Ini batu-bata lokal kok vita hehehe bayangkan berapa ratus ton batu bata yang dikapalkan kalau tidak dibuat di daerah setempat. Dulu juga sudah ada semen, namun campurannya berbeda dengan semen sekarang (mixed gamping/kapur, pasir, batu bata yang dihaluskan), tidak menggunakan beton bertulang karena memang pada era itu belum ditemukan.
|
 | kok jauh2 amat ke india ya? apakah saat itu memang sedang banyak perdagangan antar negara, ya kak? |
 | hmmm iya ya, ngapain jauh2 impor batu bata dari luar negeri,,, dari dlm aja bnyk kok...^^
ooo, berarti gaya bangunan benteng ini neo klasik, ya kak? masih bisa disamakan dengan gaya bangunan lawang sewu kah? |
Comment deleted at the request of the author.
 | dalam gedung ini apakah juga ditemukan lantai marmer kak, waktu anda kesana?? *sepertinya saya lihat lantai marmer disini, waktu kegiatan lapangan* |
 | gerbang yang sebelah kanan itu, termasuk gaya apa ya, kak? sepertinya agak familiar, seperti yang pernah saya lihat di Kota Gedhe Jogja,,....
kata Pak Soetikno, ruang didalamnya dulu digunakan untuk tempat berdansa waktu di jamannya... *benar gak ya?* |
 | sekarang tidak difungsikan lagi ya kak, bangunan ini? kmrn blum sempet masuk sini soalnya....
eh, tapi yang dibagian depan banguan ini, itu ada permukimannya (slum, sepertinya...) hmmm, tapi kayu tiang penyangganya sudah mulai lapuk... |
 | hmmm, masih bagus.....
ini buat gantungan kabel telefon, begitu kak ceritanya?
owh ya, kak, adakah ornamen khusus di dinding gedung2 benteng ini?
*sedang mencari ornamen khusus di bangunan, sepertinya tidak ada y....*
|
 | masih asli kah, semua tangga yang disana?? kayunya juga dari daerah sekitar ya, kak? |
 | bangunan ini sekarang dan dulu difungsikan sebagai apa ya, kak?
*sepertinya tidak difungsikan, karena terlihat tidak ada aktivitas di sekitarnya...* |
 | Ornamen semacam ukiran pada dinding, begitu, ada tidak kak di gedung benteng..?
Tapi bangunan gaya clasic jarang ornamen kan, Kak? Beda dengan bangunan gaya Baroque yg penuh ornamen pada dinding.ny..
|
 | *yah, malah diketawain Kak Yoan..u_u..*
Hmm, berarti tidak ada ornamen khusus.. Ok.ok. |
 | keren ! ambarawa adl kampung bapak saya.. selama ini saya minta diantar ke benteng - minta ke siapa aja, baik ke bapak atau adik2nya semua nda pernah ada yg mau.. alasanya mmg orang umum g bisa sembarang masuk... dan laporan Mas benar2 membayar ke-penasaran-an saya. makasih byk ! keren ! |
 | OMG aku melewatkan ini ketika ke rawa pening..next destinasi harus ke sini... |
| |